Sabtu, 13 September 2014

Masuk surga Karena Anak Perempuan

Masuk surga Karena Anak Perempuan
Anak perempuan itu ujian tersendiri bagi kedua orangtuanya. Apalagi hidup di masa banyak fitnah seperti saat ini. Namun, ia juga menjadi lahan pahala besar ketika orangtuanya sanggup mengajarinya menjadi putri shalehah.
Dalam kitab Riyadhus Ash-Shalihin, dikisahkan bahwa Aisyah bertutur, suatu hari aku pernah didatangi seorang wanita miskin sembari menggendong kedua bayinya.
Perempuan itu meminta sesuatu kepadaku. Padahal, aku hanya memiilki satu butir kurma. Aku pun memberikan kurma itu padanya, lalu ia membagi-bagikan kepada putrinya sementara ia sendiri tidak memakan apa-apa darinya.
Aku benar-banar terharu melihat perilaku ibu itu. Aku pun menceritakan apa yang aku lihat itu kepada Rasulullah.
Rasulullah menanggapinya sembari berkata, “Sungguh Allah pasti memasukkan wanita itu ke surga atau ia dibebaskan dari api neraka dengan sebab putrinya-putrinya.”
"Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka" (HR Al-Bukhari no 1418 dan Muslim no 2629)
Berbahagialah seorang ibu yang memiliki anak perempuan lalu ia mengajarinya adab yang baik, akhlak yang luhur, lalu dengan begitu ia mentransfer kesalehannya kepada yang lain.

(Sumber: Buku "Ya Allah Bahagiakan Keluarga Kami" ; Muhammad Yasir).

Shodakoh Tidak Mesti dengan Materi

Shodakoh Tidak Mesti dengan Materi
Setiap Muslim, kata Rasulullah dalam hadist riwayat Al-Bukhari, wajib bersedekah. 
Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa?”
Nabi menjawab, “Hendaknya ia bekerja dengan tangannya, mengambil sebagian untuk dirinya, dan bersedekah darinya.”
Para shahabat bertanya, “Bagaimana jika ia tidak mampu atau tidak melakukannya?”
Nabi menjawab, “Hendaklah ia membantu orang teraniaya yang membutuhkan pertolongan.”
Para shahabat bertanya, “Jika ia tidak melakukannya?”
Nabi menjawab, “Hendaklah ia memerintahkan yang makruf.”
Mereka bertanya, “Jika ia tidak melakukannya?”
Beliau menjawab, “Hendaklah dia menjauhkan diri dari kejelekan, karena yang demikian juga merupakan sedekah.”
Dalam hadist yang lain, Rasulullah juga menjelaskan bahwa sedekah tidak mesti dengan materi. Beliau bersabda :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,ia mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah, kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”(HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009)