Minggu, 08 September 2024

Sholat Sunnah Awwabin




Hukum melaksanakan sholat awwabin adalah sunnah muakad. Pelaksanaan sholat sunnah awwabin berdasarkan hadits berikut ini,

عَنْ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏قَالَ :‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :‏‏ مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ ، لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ ، عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً

"Dari Abu Hurairah RA, Rasûlullâh SAW bersabda, "Barangsiapa mengerjakan sholat sunnah enam rakaat setelah sholat Maghrib dan di antara sholat-sholat itu tidak berkata dengan kata-kata yang buruk, maka sholatnya sebanding ibadah dua belas tahun." (HR Tirmidzi).

Sholat Awwabin 6 Rakaat yang di kerjakan 3 kali masing-masing 2 Rakaat


Tata Cara Shalat Awwabin 

- Niat Sholat Awwabin

اُصَلِّى سُنَّةَ الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى. ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ.

"Aku niat mengerjakan sholat sunnah awwabin dua rakaat karena Allah Ta'al"

- Shalat Pertama.

Setelah membaca al-Fatiha, di Rakaat pertama membaca surat Al Ikhlas 6x dan di Rakaat kedua membaca Al Falaq 1x dan An Naas 

- Shalat Kedua

Setelah membaca al-Fatiha,  BEBAS membaca surat apa saja 

- Shalat Ketiga

Setelah membaca al-Fatiha, di Rakaat pertama membaca surat Al Kafirun 1x dan di Rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas 1x

Do'a Setelah salam di Shalat pertama dan kedua.

الدعاء بعد السلام:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ دِينِي وَإِ يُمَانِي فَاحْفَظْ هُمَا عَلَيَّ فِي حَيَاتِي وَعِنْدَ وَفَاتِي وَبَعْدَ مَمَاتِي إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Ya Allah, aku mohon perlindungan-Mu untuk agamaku dan keimananku, dan jagalah keduanya tetap pada diriku selama hidupku, disaat wafatku dan setelah matiku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu"


رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

"Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pemberi rahmat"

Lalu membaca surah Al Faatihah.


Doa Setelah Sholat ke tiga

اَلَّلهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُورًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنِي صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالحَمِدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِين

"Ya Allah, jadikan aku termasuk orang yang bersyukur. Jadikan aku termasuk orang yang sabar. Jadikan aku kecil di mataku, namun besar dalam pandangan orang lain. Ya Allah, berilah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."


اللَّهُمَّ إنِّي أَسألُكَ الهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالعَفَافَ ، وَالغِنَى

"Ya Allâh; sungguh aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘iffah (terjaga dari hal-hal yang buruk) dan kecukupan (merasa cukup dan tidak mengharap apa yang ada pada manusia)." (HR. Muslim)


رَبَّنا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤمِنِينَ يَومَ يَقُومُ الحِسَابُ 

“Wahai Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”


رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (Al-Hasyr/ 59: 10)

(Copas dari banyak sumber)

Ulama sepakat bahwa "MENGAMALKAN HADIST DHA'IF DIBOLEHKAN" selama tidak berkaitan dengan hukum halal dan haram, akidah, dan hanya sebatas Fadha'il 'amal"


Selasa, 16 Juli 2024

Cuka Buah

 

Cuka Buah

 


نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

“Lauk terbaik (pembangkit selera) adalah cuka .”

(Riwayat Muslim)

 

CUKA   telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Muslim sejak zaman Rasulullah ﷺ. Makanan ini umumnya dikonsumsi oleh Rasulullah ﷺdan untuk Sahabat.

Rasulullah ﷺpernah mengatakan;

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُمَا أَنّ رَسُولَ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْإِدَامَ فَقَالُوا : مَا عِنْدَنَا إلا خَلّ فَدَعَا بِهِ وَجَعَلَ يَأْكُلُ وَيَقُولُ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ نِعْمَ الْإِدَامُ الخَلّ

“Dari Jabir bin Abdullah RA bahwa Rasulullah ﷺbertanya tentang lauk pauk kepada keluarganya. Jawab mereka: “Kami tidak punya apa-apa, kecuali cuka”. Lalu Rasulullah ﷺmeminta disembunyikan. Setelah disembunyikan, gadis itu malah berkata: “Yang terbaik dari semuanya adalah cuka .” (HR Muslim)

Al-Khaththabi dan al-Qadhi ibn Iyadh menyatakan bahwa makna hadits tersebut, “Pakailah cuka dan sejenisnya sebagai lauk yang harganya ringan dan tidak sulit diperoleh.” Sementara Ibnu Muflih menyatakan, boleh jadi hadits tersebut merupakan pujian terhadap cuka secara global. Setelah mengetahui tentang keutamaan cuka, Jabir RA mengaku menyukai cuka sejak didengar dari Rasulullah ﷺ.

Thalhah ibn Nafi' juga berkata, “ Aku tidak henti-hentinya menyukai cuka semenjak aku mendengarnya dari Jabir .” (Riwayat Muslim).

 Manfaat Cuka

Sejak zaman kuno, cuka umumnya digunakan sebagai bagian dari metode pengawetan untuk sayuran, buah, dan daging. Sifat antiseptiknya juga digunakan untuk membersihkan dan mensterilkan luka, karena fungsinya mempercepat penyembuhan luka dan dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala baik dalam kondisi panas maupun dingin.

 Dalam  ath-Thibbun Nabawi  bahwa khall (cuka) tersusun dari bahan yang bersifat panas dan dingin, tetapi dinginnya lebih dominan, bersifat kering pada tingkat ketiga. Bermanfaat untuk radang lambung yang membahayakan empedu hitam dan lendir. Cuka juga bermanfaat untuk sakit gigi, kudis, dan luka bakar. 

 Kemudian diketahui bahwa asam asetat pekat adalah senyawa asam yang mengiritasi dan memiliki sifat yang jauh berbeda dengan asam-asam asetat pekat dengan kadar rendah seperti yang terkandung dalam cuka hasil fermentasi buah, tepung beras, dan sebagainya. Sifat mendinginkan cuka buah misalnya ketika digunakan untuk kompres saat demam.

Cuka juga dapat menyalakan api lambung (enzim pencernaan) dan membantu pencernaan. Wajar saja Nabi ﷺmenyatakan bahwa cuka buah adalah yang terbaik, karena dapat membantu proses pencernaan dengan mencerahkan enzim pencernaan di lambung.

Bagi orang Arab, cuka buah biasa digunakan sebagai teman makan roti, dipadukan dengan minyak zaitun. Hal ini biasa dilakukan Umar bin Khaththab RA dan Utsman bin Affan RA untuk teman makan roti tipis dari tepung barley.

Di era Kerajaan Abbasiyyah, cuka buah digunakan sebagai  makanan pembuka . 

Mengkonsumsi Cuka

Cuka dibuat menggunakan bahan baku sari buah, pati atau serat kayu. Semakin tinggi kadar asam asetat pada cuka, maka sifatnya semakin iritan, atau melukai kulit dan mukosa. Oleh karenanya, apabila ingin menggunakan cuka buah sebaiknya direbus lagi dengan air. 

Proses Fermentasi yang Halal

Cara mendapatkannya dengan sintetis.

Cuka hasil sintetis aplikasinya tidak seluas cuka yang berbahan baku sari buah yang dapat dijadikan sebagai obat maupun pelarut yang lebih ramah. Sementara asam asetat pekat hanya digunakan untuk pekerjaan kimia di laboratorium.

Dalam cuka buah juga dapat terkandung asam-asam lainnya, bakteri probiotik, vitamin, dan mineral sesuai dengan dari buah asalnya. Manfaat cuka buah, seperti apel, anggur, kurma, tebu, beras atau gandum selain untuk makanan dapat juga dibuat untuk minuman sirup semisal.

Perlu diperhatikan kehalalan Cuka, bila berasal dari hasil samping industri pembuatan khamr, maka hal itu haram sebagaimana ditegaskan dalam hadits.

Dari Anas bin Malik bahwasanya Abu Thalhah pernah bertanya pada Nabi ﷺmengenai anak yatim yang diwarisi  khamr . Maka dia berkata, “Musnahkan  khamr  tersebut.” Abu Thalhah bertanya: “Bolehkah aku mengolahnya menjadi cuka?” Nabi ﷺ ﷺ menjawab: “Tidak boleh.” (Riwayat Abu Dawud)